Mesuji, Lampung – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran tidak hanya menghadirkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh satuan pendidikan di berbagai daerah. Ruang belajar yang lebih nyaman, fasilitas yang semakin layak, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian dari perubahan yang terjadi setelah program dilaksanakan.
Program revitalisasi sekolah telah menjangkau 140 satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK. Hal tersebut berdasarkan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, bahwa pada tahun 2026 program ini menyasar sekolah-sekolah sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pembelajaran.
Kepala SMAN 1 Panca Jaya, Dedi Sukoco, saat dikonfirmasi dan ditemui di sekolah dalam perbincangan dengan wartawan di ruang aula tamu pada Kamis (10/9/2026), mengatakan bahwa program revitalisasi di SMAN 1 Panca Jaya berjalan dengan lancar. Sekolah tersebut berada di kawasan sekolah terpadu mandiri Desa Mukti Karya, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.
“Saat ini progresnya sudah mencapai 80 persen. Demikian pula kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ujar Dedi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Kacabdin Wilayah VII yang telah mengawasi kegiatan revitalisasi di sekolahnya. Menurutnya, budaya sekolah yang aman dan nyaman menjadi bagian penting dalam rangka menumbuhkan iklim belajar yang humanis, inklusif, dan partisipatif. Program revitalisasi juga merupakan bagian dari fasilitas gedung sekolah yang tidak terpisahkan.

Dampak program rehabilitasi gedung sekolah juga dirasakan oleh wali murid SMAN 1 Panca Jaya, Wayan, warga Register 45 di Kabupaten Mesuji. Ia mengatakan bahwa rehab sekolah menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi para siswa. Wayan berharap fasilitas di sekolah tempat anaknya menimba ilmu dapat terus meningkat ke depannya.
Diketahui, SMAN 1 Panca Jaya menerima program revitalisasi sekolah tahun 2026 dari kementerian dengan pagu anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Kegiatan ini difasilitasi fasilitator lapangan dan konsultan pengawas agar pelaksanaan rehab sekolah sesuai dengan ketentuan juknis dan juklak. Jumlah siswa di sekolah tersebut sebanyak 170 orang.