Bandar Lampung – Kodam XXI/Radin Inten mengerahkan 605 personel sebagai bentuk kesiapsiagaan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengerahan ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung untuk mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah terdampak.
Kepastian tersebut disampaikan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, di Bandar Lampung, Minggu (6/9). Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat untuk memastikan kesiapan operasional apabila dibutuhkan sewaktu-waktu.

“Langkah ini sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh Kodam XXI/Radin Inten di lapangan,” ujar Pangdam.
Personel yang disiagakan diperkuat dengan puluhan unit kendaraan dan perlengkapan, meliputi truk logistik, sepeda motor, kendaraan pemadam kebakaran, dapur lapangan, ambulans, hingga tenda serbaguna. Selain itu, Kodam juga menyiapkan perlengkapan listrik, alat kesehatan, genset, drone pemantau, serta logistik pendukung.
Pangdam menjelaskan, pihaknya tidak hanya menyiagakan personel dan alat, tetapi juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan optimal dan kecepatan respons jika masyarakat membutuhkan bantuan.

Di sisi lain, langkah antisipatif juga diarahkan kepada warga. Melalui jajaran Babinsa, Kodam terus mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di ruang terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, kurangi aktivitas di luar rumah, dan gunakan masker saat berada di luar. Kodam bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus memonitor perkembangan situasi,” tutup Pangdam.
Kesiapsiagaan ini menjadi wujud komitmen Kodam XXI/Radin Inten untuk hadir di tengah masyarakat siap bergerak, membantu, dan merespons setiap perkembangan demi keselamatan warga.