BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima jajaran pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur, Kamis 4/6/2026. Pertemuan itu menjadi forum dialog membahas isu strategis pembangunan SDM dan pendidikan tinggi di Lampung.
Gubernur Mirza menegaskan peningkatan kualitas SDM jadi prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, Lampung masih menghadapi tantangan pendidikan yang tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia, Harapan Lama Sekolah, dan Rata-rata Lama Sekolah yang perlu terus ditingkatkan.
Ia menyebut persoalan ekonomi keluarga, terutama petani, selama bertahun-tahun membuat banyak anak kesulitan melanjutkan sekolah. Bahkan ribuan ijazah SMA/SMK tertahan karena kendala biaya. Keterbatasan ekonomi juga mendorong sebagian warga bekerja ke luar daerah dan luar negeri, sehingga memengaruhi pola pengasuhan keluarga.
“Tanpa SDM yang baik, siapa yang akan mengelola kekayaan Lampung di masa depan,” ujar Gubernur.
Gubernur melihat momentum positif seiring membaiknya ekonomi masyarakat akibat kenaikan harga komoditas pertanian. Kondisi itu diyakini meningkatkan kemampuan orang tua menyekolahkan anak ke jenjang tinggi.
Untuk mendongkrak Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi, Pemprov menargetkan penambahan 9.000 mahasiswa baru setiap tahun. Perguruan tinggi swasta dinilai punya peran strategis memperluas akses pendidikan.
“Pemerintah ingin PTS di Lampung semakin maju, unggul, dan berkualitas agar jadi mitra strategis meningkatkan kualitas SDM,” katanya.
Pada kesempatan itu Gubernur juga memaparkan rencana pengembangan kawasan Kota Baru sebagai pusat pertumbuhan baru. Salah satu fokusnya adalah kawasan pendidikan terpadu. Pemprov membuka peluang kolaborasi dengan PTS untuk membangun kampus dan fasilitas pendidikan di kawasan tersebut.
Kota Baru dirancang jadi ekosistem pendidikan terintegrasi dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan pusat pelayanan publik.
Melalui sinergi Pemprov Lampung dan perguruan tinggi swasta, diharapkan akses pendidikan tinggi semakin luas, kualitas SDM meningkat, serta terbangun ekosistem pendidikan yang mendukung percepatan pembangunan dan daya saing Lampung ke depan.(**)
