Lampung Timur – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, meninjau langsung realisasi Program Listrik Masuk Sawah di Desa Bumi Harja, Kecamatan Batanghari, Rabu. Program tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam mendukung sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Dalam kunjungannya, Bupati Ela menegaskan bahwa Program Listrik Masuk Sawah merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menghadirkan solusi nyata bagi para petani, khususnya dalam menghadapi musim kemarau yang berdampak pada terbatasnya ketersediaan air untuk irigasi.
“Program ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan adanya listrik di area persawahan, kebutuhan air dapat dipenuhi melalui pemanfaatan sumur bor sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujar Ela.
Selain meninjau pelaksanaan program, Bupati juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait pengembangan sektor pertanian. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah menyiapkan skema subsidi biaya pemasangan KWH listrik bagi petani di Desa Bumi Harja guna mempercepat pemanfaatan jaringan listrik di lahan pertanian.
Menurutnya, keberadaan listrik di area persawahan tidak hanya menjadi solusi penyediaan air, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga akan melakukan rekayasa dan pengembangan jaringan irigasi agar sistem pengairan pertanian semakin optimal.
“Dengan adanya listrik, persoalan air bisa teratasi dan masyarakat merasa terbantu. Saya juga meminta Camat Batanghari dan Kepala Desa Bumi Harja untuk mengawal pendataan para petani yang akan mendaftar pemasangan KWH listrik agar program ini berjalan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Hermansyah, menyampaikan bahwa Program Listrik Masuk Sawah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Senada dengan hal tersebut, PJLTT Provinsi Lampung sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tien Latifah, menjelaskan bahwa tantangan sektor pertanian pada tahun 2026 adalah mempertahankan swasembada pangan dengan memastikan target luas tanam tetap tercapai meskipun menghadapi musim kemarau yang panjang.
“Solusinya adalah melalui Program Listrik Masuk Sawah. Dengan adanya jaringan listrik, sumur bor dapat beroperasi secara maksimal untuk mengairi lahan pertanian sehingga petani tetap dapat melakukan penanaman sesuai target. Selain itu, bantuan pembangunan irigasi juga akan terus kami dorong untuk direalisasikan,” jelasnya.
Hermansyah juga berharap PT PLN dapat terus mendukung kebutuhan listrik bagi para petani karena keberadaan listrik terbukti mampu meningkatkan indeks pertanaman dan mempercepat masa tanam.
“Kami juga berharap tarif listrik bagi petani dapat lebih terjangkau. Semua pihak harus berkolaborasi agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” katanya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan di kawasan pertanian. Menurutnya, keberadaan tiang listrik di areal persawahan tidak boleh dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai sarana yang memberikan nilai tambah bagi lahan pertanian.
“Listrik Masuk Sawah akan meningkatkan nilai ekonomi lahan. Namun yang paling penting, sawah yang telah dibantu pemerintah harus tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian produktif dan jangan sampai beralih fungsi menjadi kawasan perumahan,” pungkasnya.
Melalui Program Listrik Masuk Sawah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Kementerian Pertanian berharap produktivitas pertanian terus meningkat, ketahanan pangan nasional tetap terjaga, serta kesejahteraan petani semakin baik melalui dukungan infrastruktur pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.