LAMPUNG TIMUR — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan konflik gajah dan manusia di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melalui pembangunan batas kawasan permanen.
Kebijakan tersebut akan disusun berdasarkan kajian teknis serta masukan langsung dari masyarakat desa penyangga yang selama puluhan tahun terdampak konflik satwa liar.
Komitmen itu disampaikan Gubernur saat memimpin Dialog Gerakan Bersatu dengan Alam dalam rangka Mitigasi Konflik Gajah dan Manusia di Balai TNWK, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Sabtu akhir pekan lalu.
Dialog tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Lampung, TNI, DPRD, pemerintah kabupaten, serta pengelola TNWK sebagai forum penyerap aspirasi masyarakat.
Gubernur Mirza menegaskan konflik gajah dan manusia tidak lagi dapat diselesaikan dengan langkah sementara. Pemerintah menargetkan pembangunan batas kawasan permanen sepanjang sekitar 60–70 kilometer yang disesuaikan dengan karakter wilayah, mulai dari rawa, sungai, hingga tanah keras.
“Tim teknis akan segera melakukan feasibility study untuk memastikan pembatas kawasan bersifat kuat, ramah lingkungan, dan tidak mengganggu pergerakan gajah maupun aktivitas warga,” kata dia.
Menurut Gubernur, perhatian pemerintah pusat terhadap Way Kambas sangat serius. Presiden Prabowo Subianto menjadikan konflik gajah dan manusia di TNWK sebagai isu prioritas nasional dan mendorong Way Kambas menjadi proyek percontohan konservasi bagi 57 taman nasional di Indonesia.
“Keberhasilan mitigasi di TNWK diharapkan menjadi model nasional penanganan konflik satwa liar yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pembangunan batas kawasan, Pemerintah Provinsi Lampung juga akan memperkuat pengamanan serta melibatkan masyarakat melalui satgas desa dan kemitraan konservasi. Dukungan TNI turut disiapkan untuk membantu pembangunan infrastruktur dan patroli bersama secara humanis.
“Pemerintah menegaskan masyarakat desa penyangga bukan sekadar objek, melainkan mitra utama dalam menjaga kelestarian hutan dan keselamatan bersama,” tegasnya.
