BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026 yang diikuti 47 pejabat pimpinan tinggi pratama dari pemerintah daerah dan kementerian. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, transformasi digital, dan reformasi birokrasi.

Pembukaan PKN Tingkat II dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mewakili Gubernur Lampung di Gedung Pusiban, Selasa (14/7/2026).

Mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif untuk Mendukung Transformasi Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan”, pelatihan akan berlangsung hingga 13 November 2026. Peserta berasal dari Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota se-Lampung, serta perwakilan kementerian.

Kurikulum yang disusun Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI mencakup penguatan integritas, kepemimpinan strategis berbasis digital, manajemen strategis sektor publik, hingga penyusunan dan implementasi proyek perubahan. Selain itu, peserta juga dibekali materi mengenai transformasi pola pikir dan tata kelola pemerintahan berbasis digital (e-government).

Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan Marindo Kurniawan, ditegaskan bahwa birokrasi saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memperkuat kapasitas berpikir strategis, membangun kolaborasi, membaca perubahan secara tepat, serta menghadirkan solusi yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar Marindo.

Ia menambahkan, pembangunan daerah harus sejalan dengan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, di mana keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Karena itu, tema lingkungan dalam PKN tahun ini difokuskan pada tiga pilar utama, yakni kepemimpinan adaptif dalam tata ruang berkelanjutan, perlindungan sumber daya alam dan pengendalian pencemaran, serta penguatan ketahanan iklim dan mitigasi bencana.

Marindo juga menyampaikan apresiasi kepada LAN RI yang kembali memberikan kepercayaan kepada Provinsi Lampung sebagai penyelenggara pelatihan kepemimpinan tingkat nasional.

Ia berpesan agar setiap proyek perubahan yang dirancang peserta tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pastikan setiap aksi perubahan yang disusun menjadi inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan tata kelola pemerintahan, daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN LAN, Army Winarty, menegaskan bahwa isu lingkungan hidup kini telah menjadi isu strategis lintas sektor yang berkaitan erat dengan pembangunan, ekonomi, kesehatan, energi, hingga tata kelola pemerintahan.