LAMPUNG SELATAN – PT ASDP Indonesia Ferry (Pesero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari steak holder, sampai dari penguna jasa, maupun operator kapal, dengan meluncurkan Lounching Go Live Implementasi Sterilisasi Pelabuhan Bakauheni, sebagai langkah strategis “Mewujudkan Pelabuhan Bakauheni yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan melalui Pengendalian Akses Terintegrasi”.

Saat di konfirmasi General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan, pada hari ini ASDP Cabang Bakauheni, dapat bersama-sama menghadiri momentum penting Go Live Sterilisasi Pelabuhan Bakauheni, sebagai salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pelabuhan yang semakin tertib, modern, aman, dan berorientasi pada pelayanan prima.

“Soft Launching Sterilisasi Pelabuhan Bakauheni yang telah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2026 dan menjadi bagian dari transformasi operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam mendukung budaya Operational Excellence. Program sterilisasi pelabuhan bukan sekadar pengendalian akses kawasan, melainkan merupakan upaya transformasi tata kelola pelabuhan untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan lebih disiplin, tertib, dan terintegrasi. Melalui program ini, kawasan pelabuhan diarahkan agar hanya dimanfaatkan oleh pengguna jasa, petugas operasional, dan pihak yang memiliki kewenangan sesuai dengan fungsi dan tugasnya, sehingga aktivitas yang tidak berkaitan dengan operasional dapat diminimalkan. Kondisi tersebut menjadi fondasi dalam menciptakan pelabuhan yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih profesional,” katanya, disela-sela acara launching Sterelisasi, Rabu (05/08).

Lebih lanjut, GM ASDP Cabang Bakauheni, mengatakan, bahwa pelaksanaan sterilisasi pelabuhan ASDP implementasikan dengan mengedepankan tiga pilar utama perusahaan, yaitu Safety, Service, dan Security.

“Dari aspek Safety, pengendalian akses kawasan mampu menciptakan lingkungan operasional yang lebih tertib sehingga potensi risiko kecelakaan akibat aktivitas yang tidak berkepentingan di area operasional dapat diminimalkan. Penataan jalur pergerakan kendaraan maupun pejalan kaki menjadi lebih aman dan mendukung terciptanya budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan. Dari aspek Service, kawasan pelabuhan menjadi lebih tertata sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa. Arus kendaraan menjadi lebih teratur, proses pelayanan berlangsung lebih efektif, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada seluruh masyarakat pengguna jasa penyeberangan. Sementara dari aspek Security, implementasi sistem akses berbasis identitas, penggunaan teknologi face recognition, boom gate, serta pelaksanaan patroli rutin telah memperkuat pengawasan kawasan pelabuhan sehingga hanya pihak yang memiliki hak akses yang dapat memasuki area steril. Hal ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan keamanan kawasan sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa.” Lanjutnya.

Sementara Wasekjen II DPP Gapasdap, Hadi Saputra, mengapresiasi terobosan-terobosan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), khususnya ASDP Cabang Bakauheni, yang mengimplemitasikan sterelisasi pelabuhan, untuk kenyamanan dan keselamatan bagi penguna jasa yang akan menyeberang ke pulau jawa dan sebaliknya.

“Kami sangat mendukung dengan adanya Sterelisasi pelabuhan, supaya Pelabuhan di Bakauheni ini tertib, dan kami sangat mengapresiasi atas edukasi-edukasi yang dibuat oleh ASDP Cabang Bakauheni,” tutupnya.