LAMPUNG SELATAN – Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan ruang kreatif dan penguatan kapasitas pelaku ekosistem musik di daerah, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kreativitas Media melalui Direktorat Musik menyelenggarakan kegiatan Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik: Diskusi Industri Musik dan Showcase Musisi Lokal di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Aktivasi Creative Hub Bakauheni Harbour City (BHC) Bakauheni, adalah salah satu tempat yang direkomendasikan menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan industri musik dan showcase Musisi lokal yang ada di Provinsi Lampung, terutama di Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Direktur Direktoran Musik Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dr. Muhamadmad Amin mengatakan, pertama kali ini adalah sebuah kegiatan yang namanya kreatif hub, aktivasi kreatif hub mengaktifkan yang sudah ada, tentu saja kreatif hub itu kalau di lihat fungsi dari kreatif sesungguhnya hampir semua rantai nilai ekonomi kreatif itu ada di kreatif hub.

“Mulai dari tahap memberi ruang kreasi, memberi ruang produksi, terus kemudian distribusi. Pada saat kita di seminar yang sesungguhnya itu adalah semacam wacana, bagaimana membuat produksi dan bagaimana mendistribusikan produksi, dan kemudian dikonsumsi oleh publik, dan kemudian berfungsi sebagai konservasi. Artinya sebagai tempat di mana karya-karya Itu disimpan untuk mencari inspirasi berikutnya,” katanya saat di wawancarai di Aktivasi Creatif Hub BHC Bakauheni, Rabu (14/10).

Lebih lanjut Muhammad Amin mejelaskan, untuk target pencapainya, kalau dalam ekonomi kreatif adalah serapan tenaga kerjanya.

“Bagaimana tumbuh ekosistem dulu, tumbuh sistem ekonomi dulu, indikatornya apa, serapan tenaga kerja, apalagi masih di tahap pemula. Mungkin belum belum stabil penghasilannya, tapi yang kita mau dorong adalah mereka supaya sampai di tahap menengah, di mana kemudian dia sudah mulai membuat sebuah sistem kerja yang bagus. Tujuannya apa, supaya mereka bisa membangun ekosistem, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.” Tutupnya.