LAMPUNG TIMUR – Ratusan penghobi layang-layang dari sejumlah wilayah berkumpul di Desa Giri klopomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, Sabtu (12/9/2026).
Mereka mengikuti lomba layang-layang yang digelar PJ Musik bersama Klub Layang-Layang Mutiara Bintang di kawasan Bedeng 57A, Desa Giriklopomulyo.
Ketua panitia, Rudi Warnoto, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mempertemukan para penghobi sekaligus mempererat silaturahmi. Kegiatan serupa juga sudah dilakukan sejak 2023.
“Memang sengaja tujuannya untuk silaturahmi sama teman-teman, mengadakan lomba. Itu sudah terbiasa dari sejak tahun 2023,” kata Rudi.
Hingga pelaksanaan kegiatan, sekitar 500 peserta telah mendaftar. Jumlah itu diperkirakan masih bertambah karena pendaftaran masih dibuka. Pada kegiatan sebelumnya, peserta bahkan bisa mencapai 800 hingga lebih dari 1.000 orang.
Peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp35 ribu.
Panitia menyiapkan hadiah utama satu unit sepeda motor Honda Vario untuk juara pertama. Juara kedua mendapat Rp2 juta, juara ketiga Rp1 juta dan juara keempat Rp500 ribu.
Sedangkan juara kelima hingga kesepuluh masing-masing mendapat uang pembinaan Rp100 ribu.
Salah satu peserta, Prianto, warga Gunung Terang, Lampung Timur, datang dengan membawa sekitar 12 layang-layang.
Menurut dia, hadiah bukan alasan utama mengikuti perlombaan. Ia memang sudah menyukai layang-layang dan memanfaatkan momen tersebut untuk menyalurkan hobinya.
“Hobi. Lagi pula pas musimnya, enggak setiap tahun,” ujar Prianto.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berjalan dan bisa membuat para penghobi semakin kompak.
“Kita harapkan untuk kekompakan semuanya, untuk persaudaraan, tali persaudaraan,” katanya.
Selain lomba, panitia juga menyiapkan santunan untuk anak yatim di Dusun V, Desa Giriklopomulyo.Rudi mengatakan sekitar 17 anak yatim akan menerima santunan tersebut.
“Bapak Pijak memberikan wacana sama saya, ingin memberi santunan, khususnya untuk Dusun V warga Giriklopomulyo, untuk anak-anak yatim,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan, kata Rudi, juga melibatkan pemerintah desa dan kepolisian, termasuk dalam proses perizinan.
Untuk pendanaan, Rudi menyebut kegiatan kali ini didukung PJ Musik melalui Bapak Pijak. Sejauh ini belum ada bantuan dari pihak lain.
“Untuk saat ini cuma PJ Musik ini donaturnya. Belum ada bantuan yang dari lain,” kata Rudi.
Kegiatan berlangsung dengan suasana ramai. Para peserta membawa layang-layang masing-masing dan menunggu waktu perlombaan sambil berkumpul dengan sesama penghobi.
Bagi peserta, kegiatan tersebut bukan hanya soal mengejar juara dan hadiah. Ada kesempatan bertemu, berbagi hobi, sekaligus menjalin persaudaraan dengan penghobi layang-layang lainnya.