LAMPUNG SELATAN – Kemampuan jurnalistik kini tidak lagi dipandang sebagai keterampilan tambahan bagi mahasiswa, melainkan kebutuhan penting dalam membangun kepemimpinan, menyampaikan gagasan, serta menggerakkan perubahan sosial di era digital.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Yasba Kalianda memasukkan materi jurnalistik sebagai salah satu agenda utama dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) tahun ini.

Dengan tema “Terbinanya Mahasiswa yang Kritis, Berintegritas, dan Berjiwa Kepemimpinan sebagai Agen Perubahan dan Penggerak Organisasi”. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader mahasiswa yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga piawai mengelola informasi secara bertanggung jawab.

Ketua Dema STAI YASBA, Dela Yunita mengatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan, dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus keterampilan menyampaikan informasi yang benar, menarik, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Jurnalistik menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mendokumentasikan kegiatan organisasi, menyampaikan aspirasi, hingga membangun citra positif lembaga melalui berbagai platform media,” katanya, Sabtu, (27/06).

Menurutnya, untuk pemberi materi jurnalistik pada LDK DEMA STAI Yasba, adalah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Selatan yang diwakili oleh Wakil Ketua Pendidikan, Yuda Pranata, S.P, M.M sebagai narasumber utama. Kegiatannya berlangsung di Aula Bagus Burhan, Kampus STAI Yasba Kalianda.

Dela juga menilai, bahwa penguasaan jurnalistik akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi derasnya arus informasi digital, di tengah maraknya penyebaran berita hoaks dan disinformasi, mahasiswa dituntut mampu melakukan verifikasi, menyampaikan fakta secara objektif, serta menjaga etika komunikasi publik.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta memahami konsep dasar jurnalistik dan mampu menerapkannya dalam aktivitas organisasi kemahasiswaan. Indikator keberhasilan yang ditetapkan antara lain kemampuan mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara, menyusun berita sederhana dengan prinsip 5W+1H, serta menghasilkan konten publikasi yang informatif dan menarik,” tambahnya.

Sedangkan Wakabid Pendidikan PWI Lampung Selatan, Yuda Pranata, S.P., M.M., Dan sekaligus sebagai Kepala Biro Radar Lampung untuk di Lampung Selatan, dirinya menyiapkan metode pembelajaran yang tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga praktik langsung wawancara, menulis berita dan membuat konten publikasi organisasi.

“Materi yang diberikan mencakup pengenalan dasar-dasar jurnalistik dan perannya bagi mahasiswa, teknik mencari serta mengumpulkan informasi, keterampilan wawancara dan observasi, hingga teknik penulisan berita menggunakan kaidah 5W+1H,” kata Yuda di STAI YASBA Kalianda.

Lebih lanjut Yuda mengatakan, para peserta dibekali pemahaman mengenai bahasa jurnalistik yang efektif, etika bermedia, serta strategi publikasi organisasi melalui media sosial. Peserta didorong untuk memahami tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi, sehingga setiap publikasi organisasi dapat memberikan manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat. Bahkan, kemampuan jurnalistik menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di era digital yang dipenuhi arus informasi tanpa batas.

“Jurnalistik mengajarkan mahasiswa untuk berpikir sistematis, melakukan verifikasi, menghargai fakta, serta menyampaikan informasi secara objektif. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas,” katanya.

Ia menambahkan, organisasi kemahasiswaan saat ini dituntut mampu mengelola publikasi secara profesional agar berbagai kegiatan, gagasan, dan aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan baik.

“Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar dan mencerahkan. Karena itu, materi jurnalistik dalam LDK bukan sekadar belajar menulis berita, tetapi juga membentuk etika, tanggung jawab, dan kemampuan literasi digital,” tutupnya. (*)