Kotabumi, Lampung Utara – Penolakan Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kepala Sekolah SD Sukarno Hatta, Umar Sarip, menuai kontroversi. Berdasarkan hasil konfirmasi dan klarifikasi dengan awak media dan Pihak SPPG Tanjung Harapan, penolakan MBG tersebut dinilai sepihak dan tanpa koordinasi yang baik dengan pihak wali murid maupun SPPG.

Lebih lanjut Umar Sarip,juga mengata kan saya hanya mewakili keluhan dari para wali murid, menurut nya kalau ada apa apa pasti saya dulu yang di cari awak media terang nya pada awak media.

Pasalnya, pada pukul 8.30 WIB, para wali murid tidak mengetahui tentang penolakan MBG tersebut. Saat dimintai keterangan, Kepala Sekolah SD Sukarno Hatta, Umar Sarip, mengatakan bahwa dirinya mewakili yang di sampai kan dari para wali murid, pada, Rabo,25/02/2026

Apa yang di sampaikan oleh kepala sekolah terkesan mengada- ada tidak sesuai fakta, dan tidak bisa menunjukan bukti tanda tangan dari para wali murid yang menolak bantuan MBG tersebut.

Bukan kah sudah jelas ini program kemanusiaan dan prioritas untuk mengurangi Stunting generasi penerus anak bangsa.
Hal ini dikatakan oleh kepala SPPG Tanjung Harapan satu, Duwik Sapitri.

Namun, pernyataan Umar Sarip tersebut dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pihak SPPG Tanjung Harapan menyatakan bahwa mereka tidak meng koordinasikan tentang penolakan MBG tersebut. Tentunya kepala sekolah telahn Zolim terhadap para murid, bukan kah jelas dalam keterangan Umar Sarip pada media, ” Para wali murid atau murid Tidak menolak MBG, tapi kenapa Kepala sekolah Umar, membuat kebijakan sepihak, Hai para murit nya.

“Kami sangat terkejut denganada nya penola kan MBG ini. Kami berharap agar Kepala Sekolah SD Sukarno Hatta dapat menjelaskan secara transparan dan akuntabel tentang alasan penolakan MBG ini,” kata perwakilan SPPG Tanjung Harapan.

Kami berharap agar pihak sekolah dapat mempertimbangkan kembali keputusan penolakan MBG ini dan melakukan koordinasi yang baik dengan pihak wali murid dan SPPG untuk kepentingan anak-anak didik.Yudi