BANDAR LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 bersama masyarakat di kawasan Pasar Kreatif dan Seni PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat melalui olahraga, sekaligus mendorong geliat ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejak sebelum pertandingan dimulai, kawasan PKOR Way Halim dipadati warga yang datang bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas untuk menyaksikan laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Di sisi lain, stan-stan UMKM yang menjual aneka kuliner serta produk kerajinan lokal juga ramai dikunjungi pengunjung.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan sepak bola memiliki daya tarik yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui kegiatan nonton bareng ini kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan dialog sehingga masyarakat maupun pelaku UMKM dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah,” ujar Jihan.
Ia menilai penyelenggaraan kegiatan di ruang publik tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM melalui peningkatan jumlah pengunjung.
Karena itu, Jihan mengajak masyarakat untuk mendukung produk-produk lokal dengan berbelanja di stan UMKM yang disediakan selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan sekaligus memperluas pemasaran produk mereka kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Jihan, pemberdayaan UMKM merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat perekonomian daerah. Oleh sebab itu, berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat akan terus dioptimalkan agar memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi pelaku usaha lokal.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang kebersamaan yang aman, nyaman, dan inklusif, sekaligus menjadi sarana memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM serta optimalisasi pemanfaatan ruang publik.