Bandar Lampung – Wagub Lampung Jihan Nurlela memimpin Rakor Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Selatan secara virtual dari Ruang Kerja Wagub, Rabu 24/6/2026.
Rakor digelar untuk percepat eliminasi TBC di Lampung sekaligus dukung target nasional eliminasi TBC 2030 sesuai arahan Presiden Prabowo.
Wagub Jihan menegaskan Lampung Selatan jadi daerah prioritas karena menyumbang 11% total kasus TBC di Lampung.
Data Triwulan I 2026: penemuan kasus baru 1.247 dari target 3.275 kasus. Capaian enrollment TBC SO/RO dan success rate pengobatan sudah penuhi target. Indikator yang masih perlu ditingkatkan: pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT), notifikasi kasus, dan investigasi kontak.
Integrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan Sistem Informasi TBC (SITB) juga belum optimal. Dari 7.321 terduga TBC, baru 3 pasien terintegrasi. Lampung Selatan juga belum unggah SK Desa Siaga TBC ke Dashboard Kebijakan TBC Nasional.
Untuk percepat penemuan kasus, Pemprov bersama PDPI kembangkan website Peduli TBC Lampung. Ada fitur skrining mandiri risiko hijau, kuning, merah, biru agar pelacakan lebih terarah.
Arahan Wagub Jihan:
- Tracing TBC terintegrasi CKG manfaatkan 166 titik X-Ray portabel
- Optimalisasi program voucher X-Ray
- Pemantauan SITB mingguan lewat rapat virtual dipimpin Kadinkes Lampung Selatan
- Pemkab Lampung Selatan percepat unggah SK Desa Siaga TBC lewat koordinasi Bappeda
“Eliminasi TBC harus gerakan bersama. Pemerintah tak bisa sendiri, harus gandeng Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, dunia usaha,” tegas Jihan.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor sampai desa/kelurahan, upaya penanggulangan TBC di Lampung Selatan diharapkan lebih optimal. Targetnya tingkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat untuk capai eliminasi TBC 2030. (**)