Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan keberhasilan pemerintahan dan pembangunan daerah sangat bergantung pada peran birokrasi, khususnya Sekretaris Daerah sebagai motor penggerak di tingkat daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat memimpin Rakor Sekda kabupaten/kota se-Provinsi Lampung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Senin 22/6/2026. Hadir Wagub Jihan Nurlela dan Sekdaprov Marindo Kurniawan.

Gubernur menyebut kepala daerah berganti tiap 5 tahun, sementara Sekda tumbuh dan berkarier di daerah sehingga lebih memahami esensi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

“Saya, wakil gubernur, bupati akan berganti. Tapi Bapak-Ibu yang berkarier dan mengabdi di daerah ini. Yang benar-benar paham birokrasi adalah Sekda,” ujar Mirza.

Ia menegaskan birokrasi jadi instrumen utama mewujudkan tujuan negara. Kemajuan peradaban ditentukan SDM, SDA, dan sistem tata kelola. Pemerintah lewat birokrasi bertugas kelola potensi itu demi kesejahteraan rakyat.

Mandat konstitusi, kata Mirza, harus diwujudkan birokrasi dari pusat sampai desa: melindungi bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia mengingatkan ukuran keberhasilan daerah ada pada indikator nyata, terutama kualitas SDM. “Kalau daerah ingin maju, cirinya masyarakat cerdas dan SDM berkualitas,” katanya.

Visi Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika SDM terus ditingkatkan. “Kekayaan Indonesia harus dikelola SDM unggul. Itu syarat utama kita jadi negara besar dan kaya 2045,” tegasnya.

Gubernur berharap Sekda jadi pemimpin birokrasi terbaik dan perkuat sinergi mendukung agenda pembangunan Lampung dan nasional. Kepercayaan masyarakat ditentukan kualitas birokrasi, karena itu Sekda harus jadi teladan bagi ASN.

“Kalau atasan kasih contoh baik, bawahan ikut. Mari wujudkan birokrasi lebih baik agar potensi Lampung dikelola optimal,” pungkasnya.(**)