Diksiber Lampung – Dua bendera Iran berkibar di tengah riuh penonton yang memadati Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa (16/6/2026). Keduanya sama-sama membawa warna hijau, putih, dan merah, namun mewakili dua cerita berbeda tentang negara yang sama bagi sebagian warga Iran.

Pemandangan itu muncul menjelang dan saat laga perdana Iran pada Piala Dunia 2026. Sebagian diaspora Iran membawa bendera resmi Republik Islam Iran, sementara yang lain mengibarkan bendera Singa dan Matahari—simbol yang digunakan sebelum Revolusi Iran 1979.

Di lapangan, Iran berhasil meraih satu poin pertamanya setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Gol Iran dicetak oleh Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi, sementara dua gol Selandia Baru lahir dari aksi Elijah Just.

Hasil ini membuat semua tim di Grup G—yang juga dihuni Belgia dan Mesir—kini mengoleksi satu poin.

Babak pertama berjalan terbuka. Iran beberapa kali mengancam gawang kiper Selandia Baru, Max Crocombe, namun tak kunjung mencetak gol. Sebaliknya, Selandia Baru justru unggul lebih dulu melalui Elijah Just yang memanfaatkan umpan Chris Wood. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Usai istirahat, Iran tampil lebih agresif. Mehdi Taremi nyaris menyamakan kedudukan, namun tendangannya membentur tiang gawang. Gol penyama akhirnya datang pada menit ke-75 melalui Ramin Rezaeian yang mencetak gol dari jarak dekat: 1-1.

Selandia Baru kembali unggul pada babak kedua setelah Mohammad Mohebi kehilangan bola di lini tengah. Serangan balik cepat berujung pada gol kedua Elijah Just, mengubah skor menjadi 2-1.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan kurang dari sepuluh menit. Mohebi menebus kesalahannya dengan menyundul umpan silang Rezaeian menjadi gol penyama kedudukan 2-2 pada menit ke-83.

Iran tampak memiliki energi lebih di fase akhir, namun peluang emas untuk membalikkan keadaan tak tercipta. Iran selanjutnya akan menghadapi Belgia pada 21 Juni, sementara Selandia Baru berhadapan dengan Mesir pada 22 Juni.