PESAWARAN – Kerusakan jalan di Kabupaten Pesawaran kembali menjadi keluhan utama warga. Kondisi jalan berlubang dan aspal mengelupas tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara.

Hasil pantauan awak medi di lapangan terlihat kerusakan paling parah terjadi di ruas jalan penghubung Kecamatan Way Rilau dengan Kecamatan Pardasuka, tepatnya Desa Kota Jawa. Jalan sepanjang beberapa kilometer itu dipenuhi lubang besar dan genangan air saat hujan, memaksa pengendara melaju ekstra hati-hati.

Menurut warga, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua tahun tanpa penanganan serius dari Pemkab Pesawaran.

“Sudah hampir dua tahun jalan ini rusak. Lubang-lubangnya parah. Kalau malam bahaya, banyak yang tidak kelihatan karena tergenang air,” kata Heri, warga Desa Kota Jawa, Jum’at (5/6/2026).

Karena tak kunjung diperbaiki, warga terpaksa menambal lubang secara swadaya. Tujuannya meminimalisir kecelakaan. Beberapa pengendara disebut pernah terjatuh dan mengalami luka cukup serius akibat menghantam lubang.

Ketua WN 88 Pesawaran Septa Yadi yang turun langsung bersama Kapolsek Kedondong AKP Bambang Priantoro S.E., mendesak Pemkab Pesawaran segera turun tangan.

“Jalan rusak ini sangat membahayakan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Kami dari WN 88 Pesawaran menuntut Bupati Pesawaran segera menyelesaikan persoalan jalan rusak di desa ini,” tegas Septa Yadi.

Ia menilai perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar kecamatan penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga di wilayah perbatasan.

Warga berharap pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan jalan Way Rilau–Pardasuka dalam program tahun ini. Sebab, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menambah korban dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa.(**)