LAMPUNG TIMUR — Paguyuban Kesenian Tari Cambuk Tiban “Gajah Tunggal” menggelar kegiatan pelestarian budaya sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun 6, Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, dengan puncak acara digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026. Pertunjukan Tiban diikuti peserta dari sejumlah daerah di Lampung Timur dan sekitarnya.
Ketua Panitia, Parno, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mempertahankan kesenian Tiban yang merupakan warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.
“Ini melestarikan budaya Tiban ini, nenek moyang biar nggak punah,” ujar Parno saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, dan berakhir pada Minggu.
Salah satu peserta Tiban, Galitung, warga Sekampung, Lampung Timur, mengaku selalu hadir ketika mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan Tiban.
Galitung menyebut Tiban merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur dan hingga kini masih dipertahankan masyarakat.
“Tradisi dari leluhur, turun-temurun yang ada di Indonesia, di Lampung Timur dan seluruh dunia masih ada,” kata Galitung.
Sementara itu, Kepala Dusun 6 Desa Braja Sakti, Daroni, mengatakan kegiatan Tiban juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus upaya membudayakan kesenian di tengah masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan masyarakat, termasuk pembiayaan yang berasal dari masyarakat dan kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Intinya kami membudayakan seni-seni. Semua dari dukungan masyarakat dan dana dari masyarakat kembali ke masyarakat,” ujar Daroni.
Daroni menambahkan, peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, di antaranya Metro, Tono Mulyo, Gaya Baru, Batanghari, Bandar Agung, Sadar Sriwijaya dan wilayah lainnya.
Puncak kegiatan berlangsung meriah dengan atraksi Tiban yang disaksikan masyarakat. Selain menjadi hiburan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga keberadaan tradisi Tiban agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.