Lampung, Diksiber – Jajaran Polres Mesuji, Polda Lampung, melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 di lapangan apel Mapolres setempat, Senin (2/2/2026). Apel ini menandai dimulainya operasi selama 14 hari ke depan.

Apel dipimpin oleh Wakil Kepala Polres (Waka Polres) Mesuji, Kompol Trisno Sigit S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus S.Ik., M.H. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Bupati Mesuji, Kejaksaan Negeri Mesuji, Dandim 0426 Tuba, stakeholder terkait, serta seluruh peserta apel.

Dalam amanatnya, Kompol Trisno Sigit menyoroti tantangan lalu lintas yang kian kompleks seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan dan mobilitas penduduk. “Meningkatnya mobilitas transportasi di jalan raya meningkatkan pula potensi ancaman keselamatan. Oleh karena itu, kita sebagai pemangku kepentingan harus aktif meminimalisir terjadinya ‘neraka’ di jalan raya,” tegasnya.

Operasi Keselamatan Krakatau 2026 yang berlangsung dari 2 hingga 15 Februari 2026 mengusung tema “Melalui Operasi Keselamatan Krakatau 2026 dalam Rangka Cipta Kondisi Kamseltibcarlantas Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah”. Sebanyak 667 personel Polda Lampung akan dikerahkan, didukung stakeholder bidang lalu lintas.

“Operasi ini merupakan langkah strategis untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, fatalitas, serta meningkatkan disiplin masyarakat,” ujarnya.

Berbeda dengan penekanan sebelumnya, operasi tahun ini akan mengutamakan kegiatan pendidikan masyarakat (Dikmas Lantas) yang bersifat simpatik dan edukatif untuk menciptakan ketertiban. Pendekatan operasi akan lebih mengedepankan tindakan preemtif (40%) dan preventif (40%), sementara penindakan (gakkum) seperti tilang dan ETLE hanya 20%.

Waka Polres juga memberikan sejumlah penekanan kepada personel, Selalu memohon perlindungan Tuhan sebelum bertugas, Mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam pelaksanaan tugas, Menghindari tindakan kontra-produktif yang merusak citra Polri, Tidak berorientasi pada tilang, tetapi lebih mengutamakan tindakan preemtif, preventif, serta pendekatan yang simpatik dan humanis, Melaksanakan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).