LAMPUNG TIMUR – Sebanyak 240 rumah warga Desa Purwodadi Mekar, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, kini menikmati fasilitas air bersih melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.
Program tersebut terwujud melalui kolaborasi PLN, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kreasi, masyarakat, serta sejumlah pihak yang peduli terhadap kebutuhan warga. Fasilitas ini dilengkapi jaringan pipa sepanjang sekitar 4.000 meter.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan fasilitas air bersih tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan dasar warga.
“Menebar kebaikan tidak perlu bertanya siapa, dari mana, apa agamanya, atau apa jabatannya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Ela, Kamis (29/10/2026).
Secara khusus, Ela menyampaikan apresiasi kepada LKS Kreasi yang dipimpin Sudarsih, PLN melalui program TJSL PLN Peduli, serta Aris, warga asal Kecamatan Batanghari yang bekerja di Riau dan turut menginisiasi bantuan bagi kampung halamannya.
Selain mengapresiasi program air bersih, Ela meminta para kepala desa dan camat melakukan pendataan secara terperinci terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Pendataan tersebut meliputi akses air bersih, perbaikan jalan, pelayanan kesehatan, kepesertaan BPJS, hingga administrasi kependudukan. Data yang akurat dinilai penting agar program pembangunan dapat disusun sesuai kebutuhan dan skala prioritas.
“Kalau masyarakat membutuhkan air bersih, jalan yang baik, BPJS, atau pelayanan administrasi kependudukan, semuanya harus didata. Kepala desa dan camat harus mengetahui kebutuhan warganya sehingga bisa kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Terkait kondisi infrastruktur jalan di Desa Purwodadi Mekar, Ela menyebut persoalan tersebut akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti pada 2027. Ia juga meminta perangkat daerah terkait berkoordinasi untuk memastikan status jalan dan kemungkinan penanganannya sesuai kewenangan pemerintah.
Menurutnya, pemerataan pembangunan harus menjangkau seluruh masyarakat dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan, skala prioritas, serta kemampuan anggaran daerah.
Ela berharap program serupa dapat diperluas ke desa-desa lain di Lampung Timur yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama wilayah dengan tingkat kerentanan sosial yang tinggi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun supaya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Fasilitas air bersih ini harus kita jaga bersama. Semoga manfaatnya terus dirasakan masyarakat dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang telah membantu,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap kolaborasi melalui program TJSL perusahaan dapat terus dikembangkan untuk memperluas akses kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.